Cara Menghitung PPh Badan dengan Benar untuk Perusahaan di Bandung

Last updated on Januari 8th, 2026 at 14:59

Bagi perusahaan yang beroperasi di Kota Bandung, kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari tata kelola usaha yang sehat. Salah satu aspek yang sering menimbulkan kebingungan adalah cara menghitung PPh Badan dengan benar Bandung, terutama karena perhitungan ini berkaitan langsung dengan laporan keuangan dan potensi risiko pemeriksaan pajak. Kesalahan kecil dalam memahami dasar pengenaan pajak atau tarif yang berlaku dapat berdampak pada sanksi administratif di kemudian hari. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh, runtut, dan berbasis regulasi menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap badan usaha.

Memahami Posisi PPh Badan dalam Sistem Perpajakan Indonesia

Pemerintah mengenakan Pajak Penghasilan Badan atas penghasilan yang badan usaha terima atau peroleh dalam satu tahun pajak. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (sebagaimana telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan) menetapkan bahwa subjek PPh Badan mencakup perseroan terbatas, firma, CV, koperasi, BUMN, BUMD, serta bentuk usaha tetap.

Perusahaan menghitung PPh Badan atas laba fiskal, bukan semata-mata laba komersial. Artinya, perusahaan harus menyesuaikan laporan laba rugi terlebih dahulu melalui mekanisme koreksi fiskal sebelum menjadikannya dasar pengenaan pajak. Di sinilah banyak perusahaan di Bandung mulai menghadapi tantangan teknis.

Mengapa Perhitungan PPh Badan Sering Menjadi Masalah

Dalam praktik, banyak perusahaan menganggap perhitungan PPh Badan hanya sebagai pengalian laba dengan tarif pajak. Padahal, Proses tersebut melibatkan tahapan konseptual yang tidak sederhana. Perbedaan antara biaya komersial dan biaya fiskal, perlakuan penyusutan, hingga penghasilan yang bersifat final sering kali menimbulkan salah tafsir.

Di wilayah Bandung yang didominasi oleh sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa kreatif, karakter transaksi usaha yang beragam memperbesar potensi kesalahan apabila perusahaan tidak melakukan perhitungan secara cermat dan sesuai ketentuan.

Tahapan Awal dalam Perhitungan PPh Badan

Perusahaan memulai langkah awal dalam perhitungan PPh Badan tahunan Bandung dengan menyusun laporan keuangan komersial. Perusahaan menyusun laporan ini berdasarkan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Namun, perusahaan belum dapat menggunakan laporan tersebut secara langsung untuk menghitung pajak.

Tahap berikutnya, perusahaan melakukan rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal bertujuan untuk menyesuaikan perbedaan antara ketentuan akuntansi dan ketentuan perpajakan. Perusahaan membagi koreksi ini menjadi koreksi fiskal positif dan koreksi fiskal negatif.

Perusahaan melakukan koreksi positif ketika mereka mengakui biaya secara komersial, tetapi peraturan perpajakan tidak memperbolehkan biaya tersebut sebagai pengurang fiskal, seperti biaya yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kegiatan usaha. Sebaliknya, koreksi negatif terjadi ketika perusahaan mencatat penghasilan yang tidak termasuk objek pajak atau penghasilan yang telah dikenai pajak final.

Menentukan Penghasilan Kena Pajak secara Tepat

Setelah perusahaan melakukan seluruh koreksi fiskal, perusahaan akan memperoleh angka penghasilan kena pajak. Perusahaan menggunakan angka inilah sebagai dasar untuk menghitung PPh Badan terutang. Ketepatan perusahaan dalam menentukan penghasilan kena pajak sangat menentukan akurasi pajak terutang dan meminimalkan risiko sengketa pajak.

Di Bandung, perusahaan yang memiliki beberapa unit usaha atau cabang perlu memastikan bahwa mereka mencatat seluruh penghasilan dan biaya secara konsisten serta menghindari penghitungan ganda.

Baca Juga : Strategi Mengurangi Risiko Pemeriksaan Pajak untuk Wajib Pajak di Bandung

Memahami Tarif Pajak Badan yang Berlaku

Tarif pajak merupakan faktor krusial dalam cara menghitung PPh Badan dengan benar Bandung. Berdasarkan Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, tarif PPh Badan saat ini ditetapkan sebesar 22 persen.

Namun demikian, terdapat fasilitas pengurangan tarif bagi wajib pajak badan tertentu. Perusahaan dengan peredaran bruto sampai dengan Rp50 miliar dapat memperoleh fasilitas pengurangan tarif sebesar 50 persen atas bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar. Pemahaman terhadap fasilitas ini sangat relevan bagi perusahaan skala menengah di Bandung.

Menghitung PPh Badan Terutang dan Kredit Pajak

Setelah menerapkan tarif pada penghasilan kena pajak, perusahaan memperoleh nilai PPh Badan terutang. Angka ini belum tentu menjadi jumlah pajak yang harus perusahaan bayar. Berdasarkan ketentuan perpajakan, perusahaan berhak mengurangkan kredit pajak yang telah mereka bayar sebelumnya, seperti angsuran PPh Pasal 25 dan pemotongan PPh oleh pihak lain.

Ketelitian perusahaan dalam mencatat kredit pajak menjadi kunci agar tidak terjadi lebih bayar atau kurang bayar yang tidak mereka sadari.

Kewajiban Pelaporan Tahunan bagi Perusahaan di Bandung

Perhitungan PPh Badan tidak terlepas dari kewajiban pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan. Berdasarkan penjelasan resmi Direktorat Jenderal Pajak, SPT Tahunan PPh Badan wajib disampaikan paling lambat empat bulan setelah akhir tahun pajak. Keterlambatan atau ketidaktepatan pelaporan dapat menimbulkan sanksi administratif.

Bagi perusahaan di Bandung yang tengah berkembang, kepatuhan pelaporan juga berperan penting dalam menjaga reputasi usaha di mata perbankan dan mitra bisnis.

FAQ

Apakah semua laba perusahaan langsung dikenakan PPh Badan?

Tidak. Laba komersial harus disesuaikan melalui koreksi fiskal untuk menentukan penghasilan kena pajak.

Apakah perusahaan kecil di Bandung mendapatkan tarif khusus?

Ya. Berdasarkan ketentuan perpajakan, terdapat fasilitas pengurangan tarif bagi wajib pajak dengan peredaran bruto tertentu.

Apakah PPh Badan dihitung setiap bulan atau setahun sekali?

Perhitungan final dilakukan secara tahunan, namun pembayaran dilakukan melalui angsuran bulanan.

Apakah kesalahan perhitungan bisa diperbaiki?

Berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, wajib pajak dapat melakukan pembetulan SPT sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Memahami cara menghitung PPh Badan dengan benar Bandung bukan hanya soal mengikuti rumus, tetapi tentang memahami filosofi dan ketentuan hukum di balik setiap angka. Dengan mengikuti tahapan yang benar, mulai dari rekonsiliasi fiskal hingga penerapan tarif pajak badan Bandung, perusahaan dapat memenuhi kewajiban perpajakan secara akurat dan berkelanjutan.

Bagi perusahaan yang ingin memastikan bahwa mereka melakukan perhitungan dan pelaporan PPh Badan sesuai regulasi terkini serta menghindari risiko di masa depan, silakan hubungi kami untuk mendapatkan pendampingan pajak profesional yang berbasis ketentuan resmi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top